Langsung ke isi
hotelpopuler.com
  • HOME
  • HOTEL
  • VILLA
  • TERDEKAT
  • INFO TRIP

Pengertian Hotel

Seiring berkembangnya zaman, industri perhotelan mengalami pergeseran makna yang signifikan. Dulu, hotel hanya sekadar tempat menginap.

Kini, ia menjadi representasi dari gaya hidup, pelayanan, dan bahkan identitas budaya.

Dalam dunia akademik, definisi hotel pun mengalami pembaruan terus-menerus, sesuai dengan dinamika industri dan perilaku konsumen.

Artikel ini mengangkat 10 pengertian hotel menurut para ahli terbaru, serta memberikan refleksi kritis dan edukatif tentang bagaimana konsep “hotel” tidak bisa lagi dipandang secara sempit.

Kita akan mengeksplorasi definisi-definisi dari berbagai perspektif—ekonomi, sosial, psikologi layanan, hingga branding, yang mencerminkan perkembangan industri hospitality di era digital dan pascapandemi.

1. O’Fallon & Rutherford (2022) – Hotel sebagai Ekosistem Pelayanan Multisensorik

Menurut O’Fallon dan Rutherford dalam karya revisinya Hotel Management and Operations edisi 7 tahun 2022, hotel adalah sebuah ekosistem layanan terstruktur yang menawarkan pengalaman multisensorik berbasis akomodasi, konsumsi, dan interaksi manusia.

Mereka menyoroti bahwa hotel saat ini bukan hanya ruang fisik, tetapi juga ruang psikologis tempat pelanggan membangun persepsi terhadap kenyamanan, keamanan, dan kualitas hubungan sosial.

Refleksi: Dalam era di mana pengalaman (experience economy) menjadi kunci, pendekatan multisensorik ini sangat relevan. Sentuhan aroma di lobi, suara musik ambient, dan pencahayaan pun kini menjadi bagian dari strategi pemasaran hotel.

2. Siguaw & Enz (2023) – Hotel Sebagai Simbol Komersialisasi Keramahan

Dalam studi mereka di Cornell Hospitality Quarterly, Siguaw & Enz (2023) mendefinisikan hotel sebagai:

“A physical and psychological space where the commercialized form of human hospitality is orchestrated through consistent branding, standardization, and emotional labor.”

Refleksi: Kata kuncinya adalah “emotional labor”. Di balik senyum ramah resepsionis, tersimpan tekanan sistemik dari tuntutan hospitality modern yang menstandarkan keramahan. Di titik ini, hotel bukan lagi tempat netral, tapi arena performatif.

3. Guttentag & Smith (2022) – Hotel sebagai Antitesis dari Akomodasi Alternatif

Guttentag & Smith dalam kajiannya tentang perbandingan hotel dan homestay menyebut:

“Hotels represent the institutionalized form of lodging, distinguished by legal regulations, formalized service contracts, and transactional anonymity.”

Dengan kata lain, hotel berdiri sebagai lawan dari model peer-to-peer seperti Airbnb.

Refleksi: Ini menunjukkan adanya pergeseran ke arah dualisme baru dalam dunia akomodasi: antara yang formal-institusional dan yang informal-komunal. Maka, pengertian hotel kini kerap dilihat dalam relasi oposisi dengan platform digital.

4. Yusof et al. (2022) – Hotel dalam Konteks Keberlanjutan (Sustainable Hospitality)

Peneliti dari Universiti Teknologi MARA ini menekankan:

“Hotel adalah ruang komersial yang bertanggung jawab atas dampak lingkungan dan sosial, yang wajib mengintegrasikan prinsip keberlanjutan dalam operasionalnya.”

Refleksi: Kini, pengertian hotel tak bisa lepas dari isu green building, pengelolaan limbah, hingga program CSR. Hotel-hotel seperti Alila dan Six Senses bahkan membangun identitasnya melalui sustainability. Definisi klasik kini harus diperluas ke ranah etika.

5. Kotler & Bowen (2023) – Hotel dalam Perspektif Pemasaran Jasa

Dalam buku Marketing for Hospitality and Tourism edisi terbaru, Kotler & Bowen menyatakan:

“A hotel is a bundle of intangible services wrapped in a physical facility, where value is co-created between provider and guest.”

Refleksi: Ini mempertegas posisi hotel sebagai produk jasa, bukan barang. Pelayanan yang diberikan tidak bisa dipisahkan dari persepsi pelanggan. Maka, pengalaman subjektif menjadi bagian dari definisi itu sendiri.

6. Kandampully (2022) – Hotel Sebagai Platform Co-Creation Experience

Kandampully berargumen bahwa:

“Modern hotels operate as co-creation platforms where service encounters become opportunities for guests to participate in designing their own experiences.”

Hotel kini lebih cair, membuka ruang bagi tamu untuk turut mendesain pengalaman, mulai dari pilihan bantal hingga layanan personalisasi digital.

Refleksi: Definisi ini membawa kita pada konsep hospitality 4.0: personalisasi, teknologi, dan co-creation. Hotel bukan lagi penyedia tunggal layanan, tapi mitra dalam perjalanan pelanggan.

7. UNWTO (2023) – Standar Global Hotel dalam Perspektif Regulasi

World Tourism Organization (UNWTO) mendefinisikan hotel sebagai:

“Any officially registered establishment that provides paid accommodation and complementary services to travelers on a short-term basis.”

Refleksi: Meski terlihat generik, definisi ini menekankan legalitas dan keterdaftaran, hal yang krusial dalam era sharing economy. Regulasi menjadi pembeda antara hotel dan akomodasi informal.

8. Morrison (2022) – Hotel dalam Konteks Manajemen Pariwisata

Menurut Morrison dalam Hospitality and Travel Marketing:

“A hotel is an operationally complex business unit within the tourism supply chain, tasked with converting transient consumer demand into profitable service delivery.”

Refleksi: Ini adalah pendekatan bisnis murni. Hotel bukan hanya soal tamu dan ranjang, tapi tentang efisiensi operasional, profitabilitas, dan posisi dalam mata rantai industri pariwisata.

9. Pizam (2023) – Hotel sebagai Ruang Interaksi Multikultural

Dalam jurnal International Journal of Hospitality Management, Pizam menyatakan:

“Hotels serve as cross-cultural interaction spaces, where differences in behavior, values, and expectations are negotiated and managed.”

Refleksi: Di hotel, seorang tamu dari Jepang dan petugas housekeeping dari Filipina bisa bertemu dalam satu interaksi. Hotel menjadi mikro-kosmos globalisasi—dengan segala tantangan dan potensinya.

10. Arief Yahya & Dinas Pariwisata (Indonesia, 2023) – Perspektif Lokal dan Kebijakan Nasional

Dalam kebijakan pariwisata nasional, hotel didefinisikan sebagai:

“Sarana akomodasi yang dikelola secara komersial, menyediakan jasa penginapan, makanan, dan fasilitas penunjang lainnya bagi masyarakat umum.”

Refleksi: Ini definisi formal dari kacamata birokrasi. Meski penting sebagai dasar hukum, namun seringkali tidak menangkap dinamika sosial-budaya dan perkembangan digital.

Dari Tempat Tidur ke Ruang Sosial

Jika dirangkum, 10 pengertian hotel dari para ahli di atas menunjukkan pergeseran besar dalam cara kita memahami hotel, yaitu:

Dari fisik ke pengalaman.

Dari pelayanan ke co-creation.

Dari industri ke ruang multikultural.

Dari legalitas ke etik keberlanjutan.

Hotel tak lagi hanya soal AC dingin, kasur empuk, dan sarapan buffet. Tapi juga tentang bagaimana ia merefleksikan dinamika masyarakat, teknologi, dan budaya layanan.

Implikasi Bagi Industri dan Pendidikan

A. Untuk Manajemen Hotel

Perlu memperluas cara pandang dalam pelatihan staf—tak cukup soal SOP, tapi juga empati lintas budaya dan digital literacy.

B. Untuk Akademisi & Mahasiswa

Wajib mengkritisi definisi statis yang hanya berfokus pada aspek komersial. Industri ini hidup, maka definisinya pun harus dinamis.

C. Untuk Pemerintah dan Regulator

Standarisasi hotel perlu mempertimbangkan aspek keberlanjutan, aksesibilitas, dan kesetaraan gender.

Kesimpulan: Hotel adalah Cermin Zaman

Pengertian hotel tidak lagi bisa disederhanakan sebagai “bangunan dengan kamar“. Ia adalah entitas kompleks yang merepresentasikan nilai-nilai sosial, budaya, ekonomi, dan teknologi masyarakat.

Sebagaimana yang ditegaskan oleh para ahli dalam berbagai bidang, hotel kini adalah refleksi dari dunia kita yang terus berubah.

Maka, setiap definisi bukan hanya menjelaskan hotel itu sendiri, tapi juga siapa kita sebagai masyarakat global.

#FAQ

Q: Apa pengertian hotel menurut UNWTO?
A: Tempat resmi yang menyediakan akomodasi berbayar dan layanan tambahan untuk wisatawan secara jangka pendek.

Q: Apakah hotel sama dengan penginapan biasa?
A: Tidak selalu. Hotel umumnya memiliki standar layanan profesional, legalitas, dan fasilitas yang lebih lengkap.

Q: Apakah konsep hotel berubah karena pandemi?
A: Ya, pandemi membuat hotel lebih fokus pada kesehatan, teknologi tanpa kontak, dan fleksibilitas layanan.

Jika Anda menyukai artikel edukatif seperti ini, jangan lupa untuk membagikannya kepada rekan di bidang perhotelan, mahasiswa, atau penggiat pariwisata. Semakin kita paham konsep dasar, semakin bijak kita mengelola industri ini.

Pengertian Hotel Menurut Sulastiyono: Refleksi Kritis atas Fungsi, Makna, dan Realita Industri Perhotelan

oleh Ayah Nisa
pengertian hotel menurut sulastiyono

Pengertian Hotel – Ketika kita mendengar kata “hotel”, pikiran kita sering langsung tertuju pada bangunan mewah, ranjang empuk, layanan 24 jam, … Selengkapnya

Kategori Pengertian Hotel

Pengertian Hotel Menurut Hermawan: Antara Teori, Realita, dan Tantangan Industri Perhotelan Masa Kini

oleh Ayah Nisa
Pengertian Hotel Menurut Hermawan

Pengertian Hotel Menurut Para Ahli – Ketika kita mendengar kata hotel, yang terbayang mungkin adalah bangunan bertingkat dengan resepsionis ramah dan … Selengkapnya

Kategori Pengertian Hotel

Update Terbaru

  • 5 Kost Dekat Kampus UHO (Universitas Halu Oleo) Kendari
  • Hotel Dekat Bandara Haluoleo Kendari: Rekomendasi Nyaman untuk Transit dan Liburan
  • Hotel Claro Kendari
  • 5 Penginapan Murah di Anduonohu, Kendari: Nyaman di Kantong, Strategis, dan Cocok untuk Semua Kebutuhan
  • 6 Penginapan Harian di Kendari Buka Sekarang Dari Kost Terdekat Hingga Homestay Murah Meriah
🏨DEPAN © 2026 hotelpopuler.com
• About • Contact • Disclaimer • Privacy